Ada sebuah cerita menarik tentang intan dan arang. Kisah yang ada pada salah satu puisi yang terkumpul pada Asrar I Khudi, yang ditulis oleh Bapak Pembaharu Pakistan yaitu Dr. Mohammad Iqbal.
Pada suatu hari ada satu ton arang yang iri kepada satu butir intan. Mereka iri karena mereka dihargai dengan lebih murah dari pada sebutir intan yang massanya jauh lebih kecil. Arang pun merasa tidak dihargai, intan berada di tempat yang terhormat. Intan diletakkan di wadah yang bagus dan dikenakan oleh orang-orang kaya dan dihormati, seperti pejabat, konglomerat, dan artis terkenal. Sedangkan mereka berada di tempat pembakaran sate dan tungku-tungku orang yang tidak mampu membeli elpiji.
Intan yang kemilau dan arang yang hitam sebenarnya berasal dari unsur yang sama, yaitu karbon. Hal inilah yang menjadikan arang iri. Mereka dibuat dari unsur yang sama tetapi mereka dihargai secara berbeda. Meskipun dalam wujudnya mereka sangatlah berbeda. Tetapi satu-satunya yang membedakan mereka adalah susunan atomnya.


